{"id":7948,"date":"2022-01-24T08:00:26","date_gmt":"2022-01-24T08:00:26","guid":{"rendered":"https:\/\/hdi.my.id\/lotus\/?p=7948"},"modified":"2022-01-24T08:00:26","modified_gmt":"2022-01-24T08:00:26","slug":"film-cahya-tentang-kesetaraan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/2022\/01\/24\/film-cahya-tentang-kesetaraan\/","title":{"rendered":"Film &#8220;Cahya Tentang Kesetaraan&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8304 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.lotusability.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/film-salsabilah1-1-400x225.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"225\" \/><\/p>\n<p>Film <em>&#8220;Cahya\/Jiwa yang Merdeka&#8221;<\/em> diangkat dari kisah nyata dari pemeran utama, tentang perjuangan teman-teman disabilitas Tuli yang ingin meraih impian atau cita-cita tanpa harus dibeda-bedakan dan juga ingin memperoleh kesetaraan yang selama ini mereka dambakan.<\/p>\n<p>Dengan perjuangan, kerja keras, dan kreatifitas seluruh tim produksi, film <em>&#8220;Cahya\/Jiwa yang Merdeka&#8221;<\/em> berhasil mendapatkan apresiasi juara pertama dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada 30 Agustus 2021.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8305 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.lotusability.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/film-salsabilah2-1-400x225.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"225\" \/><\/p>\n<p>Film ini diperankan oleh seorang wanita disabilitas Tuli, Salsabilah Regita Cahyani (20th) asal Bali, beserta 5 orang disabilitas Tuli yang tergabung dengan komunitas &#8220;Kitapoleng Bali&#8221;. Komunitas ini bergerak di bidang fotografi, menari, melukis, dan desain\u00a0 baju (fashion).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8306 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.lotusability.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/film-salsabilah3-1-400x225.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"225\" \/><\/p>\n<p>Mereka saling kompak dalam menghayati peran dengan perasaan yang mendalam, walaupun ada keterbatasan tak bisa mendengar, mereka dapat menciptakan harmoni yang indah.<\/p>\n<p>Proses produksi film &#8220;Cahya&#8221; membutuhkan waktu kira-kira 1 bulan, lokasi syuting berada di Desa Batubulan Bali, Pantai Jimbaran.<\/p>\n<p>Kekompakan, penghayatan, kerja keras serta motivasi inilah yang mengantarkan Salsabilah dan timnya memperoleh hasil manis dari perjuangan mereka, meskipun ada proses yang harus dilewati tahap demi tahap. Dalam proses produksinya, banyak hambatan yang mereka alami, salah satunya yaitu pada awalnya tim produksi film \u201cCahya\/ Jiwa yang Merdeka mengalami kesulitan dalam memilih tempat syuting karena waktu itu banyak tempat wisata ditutup selama pandemi COVID-19. Tak mudah bagi mereka dalam menemukan tempat yang bagus dan cocok untuk dijadikan lokasi syuting pembuatan film tersebut. Juga, harus mencari calon pemeran pendamping yang berkulit hitam untuk dijadikan sebagai pemain film dan akhirnya mendapatkan orang asli Papua non Tuli.<\/p>\n<p>Ceritanya, seluruh tim produksi harus bangun pagi-pagi dengan menahan rasa kantuk untuk syuting demi mendapatkan hasil bagus dalam hal latar, pencahayaan, gambar film. Selain itu, mereka harus menyiapkan segala apapun termasuk kostum, make up, peralatan pendukung untuk pembuatan film.<\/p>\n<p>Tak sia-sialah perjuangan dan pengorbanan bagi seluruh tim produksi beserta pemeran tokoh utama, Salsabilah dan teman-teman Tuli lainnya, selesailah seluruh proses produksi film tersebut.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8300 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.lotusability.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/film-salsabilah4-1-400x225.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"225\" \/><\/p>\n<p>Adapun pesan yang terkandung dalam film &#8220;Cahya \/ Jiwa Yang Merdeka\u201d: Kami bukan untuk dibeda-bedakan akan tetapi untuk diperlakukan &#8220;sama&#8221;.<\/p>\n<p><strong>Seperti indahnya syair yang terkandung dalam film tersebut yaitu :<\/strong><\/p>\n<p><em>Aku bisa melihat<\/em><\/p>\n<p><em>Aku bisa merasakan<\/em><\/p>\n<p><em>Aku bisa menyentuh<\/em><\/p>\n<p><em>Aku tak bisa mendengar dan berbicara<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0\u00a0\u00a0 Hey, kamu tak sendiri<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0\u00a0\u00a0 Kita semua SETARA<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0\u00a0\u00a0 Tak sedikit yg beranggapan<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0\u00a0\u00a0 Tuli itu tidak mampu<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0\u00a0\u00a0 Tuli itu tidak paham<\/em><\/p>\n<p><em>Kami ingin berguna untuk masyarakat<\/em><\/p>\n<p><em>Semangat kami tak kan pudar oleh pandemi ini<\/em><\/p>\n<p><em>Untuk tanah kelahiran kami<\/em><\/p>\n<p><em>Untuk negeri yang kami cintai, Indonesia<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Inilah suara hati, harapan, serta impian dari teman-teman disabilitas Tuli yang ingin menyadarkan masyarakat bahwa sekalipun memiliki kekurangan, mereka mampu berkarya dan memiliki hak untuk memperoleh kesetaraan baik dalam berkarya, pendidikan, pekerjaan, berpendapat, dan aksebilitas publik.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8301 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.lotusability.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/film-salsabilah5-1-400x225.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"225\" \/><\/p>\n<p>Salsabilah pernah mengalami penolakan ketika mendaftar kuliah di Universitas swasta. Hatinya merasa sedih sekali mengapa ia tak diterima. Tak adil baginya untuk alasan yang berkaitan dengan kekurangannya. Karena memiliki impian yang dipendam dalam hatinya, ia memberanikan diri untuk terus mencari informasi mengenai Universitas yang mau menerima dia sebagai disabilitas Tuli. Dia tak menyerah dan terus berjuang supaya bisa kuliah sesuai cita-citanya yaitu menjadi desainer fashion. Dia senang menjahit baju dan memakai baju hasil karyanya sendiri sudah merupakan kebanggaan baginya.<\/p>\n<p>Saat ini, Salsabilah mengenyam kuliah desain mode semester 3 di Institut Seni Indonesia kota Denpasar.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8302 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.lotusability.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/film-salsabilah6-1-400x225.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"225\" \/><\/p>\n<p>&#8220;Kami sebagai disabilitas Tuli berjuang demi mendapatkan hak kesetaraan untuk diterima oleh masyarakat dalam berkarya, bekerja dan mendapatkan pendidikan tinggi&#8221; ujar pemeran tokoh utama dalam film \u201cCahya\/ Jiwa yang Merdeka\u201d kepada LotusAbility.<\/p>\n<p>Salsabilah merasa prihatin bahwa masih banyak disabilitas Tuli mendapatkan perlakuan yang tak adil bagi mereka dalam hal gaji bekerja. Semestinya, gaji bagi disabilitas Tuli disetarakan dengan orang Dengar. Dia berkata bahwa hal tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah dalam kesetaraan pekerjaan disabilitas demi mewujudkan kesejahteraan yang layak untuk mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber : hasil wawancara Junita dan Salsabilah<\/p>\n<p>Foto dokumentasi : Salsabilah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Film &#8220;Cahya\/Jiwa yang Merdeka&#8221; diangkat dari kisah nyata dari pemeran utama, tentang perjuangan teman-teman disabilitas Tuli yang ingin meraih impian<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8303,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-7948","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspiration"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7948","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7948"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7948\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8303"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7948"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7948"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7948"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}