{"id":8010,"date":"2022-03-01T06:52:45","date_gmt":"2022-03-01T06:52:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lotusability.com\/?p=8010"},"modified":"2022-03-01T06:52:45","modified_gmt":"2022-03-01T06:52:45","slug":"langkahku-menuju-dunia-dengar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/2022\/03\/01\/langkahku-menuju-dunia-dengar\/","title":{"rendered":"Langkahku Menuju Dunia Dengar"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_8423\" style=\"width: 410px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-8423\" class=\"wp-image-8423 size-medium\" src=\"https:\/\/www.lotusability.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar1-400x168.png\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"168\" \/><p id=\"caption-attachment-8423\" class=\"wp-caption-text\">ki &#8211; ka : Alat Bantu Dengar (ABD) &amp; Implan Koklea (CI)<\/p><\/div>\n<p>Sejak umur 2 tahun, Fei San menggunakan Alat Bantu Dengar (ABD) selama 20 tahun lebih. Pertama, ABD yang dia gunakan bermerek Philips dan kemudian Phonak BTE. Pada tahun 1996 orang tua Fei San mulai mendapatkan informasi tentang Implan Koklea atau Rumah Siput di majalah Femina dan untuk mencarikan informasi selanjutnya melalui saudara sepupunya yang tinggal di Melbourne, Australia. Saat itu, orang tuanya tidak langsung mengambil keputusan karena peralatan untuk Implan Koklea masih baru ditemukan, sehingga perlu untuk mengumpulkan beberapa sumber informasi tentang operasi Implan Koklea ini.<\/p>\n<p>Setelah merasa yakin dengan keputusan yang diambil dengan pertemuan beberapa pasien yang pernah dilakukan operasi Implan Koklea, Fei San bersama mamanya pergi ke negeri Kangguru untuk melakukan diagnosa masalah pendengaran yang proses pemeriksaannya berlangsung selama 3 minggu sejak tahun 2001 silam. Kemudian, hasil diagnosa dikirimkan ke Indonesia dan dinyatakan bahwa dia memiliki gangguan pendengaran \/ Tuli Sensorineural kategori berat karena faktor bawaan pada usia 12 bulan. Tuli Sensorineural terjadi akibat gangguan pada sel-sel di telinga bagian dalam atau jaringan saraf yang berperan dalam proses pendengaran.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8422 size-full\" src=\"https:\/\/www.lotusability.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar2.png\" alt=\"\" width=\"551\" height=\"206\" srcset=\"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar2.png 551w, https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar2-300x112.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 551px) 100vw, 551px\" \/><\/p>\n<p>sumber : dokumentasi pribadiSebelum operasi Implan Koklea, Feisan bersama mamanya berkonsultasi dengan audiologist, namanya Mr. Rod Hollow dan kemudian Feisan dinyatakan bisa untuk dilakukan operasi.<\/p>\n<p>Pada tanggal 2 Agustus 2002 Fei San menjalani operasi Implan Koklea pada bagian telinga kirinya oleh seorang profesor Brian Pyman di Royal Victorian Eye and Ear Hospital. Profesor Brian Pyman merupakan seorang yang menyenangkan dan sering menyemangati Fei San dalam proses pemulihan pasca operasi Implan Koklea.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8421 size-full\" src=\"https:\/\/www.lotusability.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar3.png\" alt=\"\" width=\"542\" height=\"320\" srcset=\"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar3.png 542w, https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar3-300x177.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 542px) 100vw, 542px\" \/><\/p>\n<p>Puji Tuhan, operasinya dapat berjalan lancar dengan penyertaan Tuhan. Setelah dioperasi, Fei San merasakan kebingungan karena hanya mendengar sesuatu yang berisik, berbisik, dan semuanya terdengar bergumam. Bersama audiologist, Mr. Rod Hollow, dia menjalani terapi pendengaran menggunakan bahasa Inggris dengan tekad yang penuh semangat. Sambil terapi AVT, dia belajar kursus bahasa Inggris namanya ELICOS di Holmesglen Institute selama 3 bulan. Walaupun ada kesulitan untuk mendengarkan dan berbicara dengan pengucapan yang berbeda selama belajar kursus bahasa Inggris, namun dia sangat menikmati pembelajaran bahasa dan pertukaran budaya.<\/p>\n<div id=\"attachment_8420\" style=\"width: 473px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-8420\" class=\"wp-image-8420 size-full\" src=\"https:\/\/www.lotusability.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar4.png\" alt=\"\" width=\"463\" height=\"515\" srcset=\"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar4.png 463w, https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar4-270x300.png 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 463px) 100vw, 463px\" \/><p id=\"caption-attachment-8420\" class=\"wp-caption-text\">Bersama terapis AVT Ira sumber : dokumentasi pribadi<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_8419\" style=\"width: 516px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-8419\" class=\"wp-image-8419 size-full\" src=\"https:\/\/www.lotusability.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar5.png\" alt=\"\" width=\"506\" height=\"355\" srcset=\"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar5.png 506w, https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar5-300x210.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 506px) 100vw, 506px\" \/><p id=\"caption-attachment-8419\" class=\"wp-caption-text\">Foto Wisuda bersama Keluarga Tercinta sumber : dokumentasi pribadi<\/p><\/div>\n<p>Setelah 6 bulan tinggal di Australia, Fei San memutuskan pulang ke Indonesia untuk melanjutkan kuliah Desain Interior di UK Petra, Surabaya sambil terapi AVT dengan terapis lulusan AVT namanya Ira untuk mengasah kemampuan belajar dalam mendengar beragam jenis suara di sekitarnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8418 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.lotusability.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar6.png\" alt=\"\" width=\"198\" height=\"262\" \/><\/p>\n<p>Implan Koklea terdiri dari dua komponen yaitu : komponen bagian luar diposisikan di bagian belakang telinga dan komponen bagian dalam yang ditanam pada saraf pendengaran di belakang gendang telinga.<\/p>\n<p>Penanaman implan koklea dilakukan melalui operasi. Setelah satu bulan terpasang, dokter akan mengaktifkan mikrofon dan prosesor suara agar pendengaran dapat mulai berfungsi dengan baik.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8426 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.lotusability.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar7-400x234.png\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"234\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8425 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.lotusability.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar8-400x256.png\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"256\" \/><\/p>\n<p>Bagian-bagian komponen Implan Koklea terdiri atas :<\/p>\n<ul>\n<li>Mikrofon : berfungsi untuk menangkap suara dari lingkungan sekitar<\/li>\n<li>Prosesor suara : mengatur dan mengubah gelombang suara yang ditangkap menjadi sinyal digital<\/li>\n<li>Stimulator rangsang suara : Setelah suara diubah menjadi sinyal digital, sinyal tersebut akan diubah oleh stimulator menjadi rangsangan listrik untuk diteruskan ke saraf pendengaran dan diproses pada otak<\/li>\n<li>Elektroda : berfungsi untuk menerima rangsang listrik dari stimulator untuk menghantarkannya ke saraf pendengaran<\/li>\n<\/ul>\n<div id=\"attachment_8424\" style=\"width: 463px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-8424\" class=\"wp-image-8424 size-full\" src=\"https:\/\/www.lotusability.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar9.png\" alt=\"\" width=\"453\" height=\"451\" srcset=\"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar9.png 453w, https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar9-300x300.png 300w, https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/dengar9-150x150.png 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 453px) 100vw, 453px\" \/><p id=\"caption-attachment-8424\" class=\"wp-caption-text\">sumber : dokumentasi pribadi<\/p><\/div>\n<p>Dengan menggunakan implan koklea, Fei San merasakan bahwa suara yang terdengar lebih jelas sekitar 70-90%. Namun, hal inilah membutuhkan ketekunan untuk berlatih paling lama waktu 3-4 tahun demi bisa meningkatkan kualitas pendengaran yang semakin baik. Dalam mendengarkan musik yang ada lirik lagu masih ada kesulitan dan hanya bisa mendengar suara irama musik seperti musik R&amp;B (Rhythm and Blues), Pop. Tiada yang tak mungkin bagi Fei San karena dia menjalani operasi Implan Koklea pada usia 20 tahun. Tingkatan keberhasilan dalam operasi Implan Koklea yang diperuntukkan bagi anak-anak dengan gangguan pendengaran pada usia dini mulai 5 tahun. Dengan semangat juang yang pantang menyerah, Fei San dimotivasi oleh kata-kata yaitu setiap tantangan hidup adalah proses pembelajaran dan harus berani untuk dihadapi sehingga menjadi manusia yang lebih baik dan mandiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Share, Like &amp; Comment<\/p>\n<p>Sumber : Wawancara dengan Lotus Ability dan Fei San<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Supported by : hercodigital<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejak umur 2 tahun, Fei San menggunakan Alat Bantu Dengar (ABD) selama 20 tahun lebih. Pertama, ABD yang dia gunakan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8427,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-8010","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspiration"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8010","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8010"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8010\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8427"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/demo.hdi.my.id\/adiguna\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}