Inspiration

Semangat Hestia, Disabilitas Rungu/Tuli Untuk Berkarya di Dunia Pendidikan Anak

sumber : dokumentasi pribadi

Guru Bumi didirikan oleh seorang disabilitas Rungu dan sebagai pengguna Cochlear Implant (CI), Nathania Tifara pada tahun 2016. Nathania Tifara biasa disapa Thania, merupakan lulusan S1 Desain Komunikasi Visual di Universitas Pelita Harapan, Jakarta. Thania saat ini sedang menyelesaikan tesis dalam menempuh pendidikan magister S2 di Yogyakarta. Dia sangat menyukai dunia pendidikan anak-anak dan berkat dukungan keluarganya, Thania mendirikan Guru Bumi untuk mewujudkan mimpinya. Rahajeng Hestia, disabilitas Rungu dan sebagai pengguna Alat Bantu Dengar (ABD) diajak bergabung oleh Thania menjadi mitra atau Co-Founder Guru Bumi sejak tahun 2018 sampai sekarang.

sumber : dokumentasi pribadi

Guru Bumi, merupakan sebuah media edukasi dalam bentuk pembelajaran yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat belajar bagi anak-anak Indonesia. Disajikan dengan media visual yang menarik dan bergambar seperti kartu kuartet, kartu visual, buku edukasi anak atau buku dongeng. Sebagai aksi kepedulian terhadap pendidikan anak-anak Indonesia yang tak terkecuali untuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

sumber : dokumentasi pribadi

Hestia sangat menginginkan bahwa Guru Bumi bisa bersifat inklusif dalam membantu anak-anak berkebutuhan khusus seperti disleksia atau kesulitan membaca, disabilitas Rungu melalui media edukasi yang seru, menyenangkan, dan bermakna.

sumber : dokumentasi pribadi

Selama bekerja di Guru Bumi, Hestia seorang wanita penyuka olahraga basket dan memiliki kesibukan dalam mengerjakan banyak tugasnya mulai dari menangani beberapa konsep produk, berkoordinasi dengan bagian produksi dan networking atau membangun jaringan. Jaringan Guru Bumi telah diperluas sampai ke Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Papua, dan beberapa kota lainnya.

sumber : dokumentasi pribadi

Hasil karya Guru Bumi paling banyak dijual melalui media online seperti di Shopee, Tokopedia, media sosial Instagram. Selain itu, dijual secara offline melalui bazaar, pameran di sekolah.

sumber : dokumentasi pribadi

Dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh Guru Bumi, Hestia tidak sendirian dan dibantu oleh beberapa timnya. Dengan keterbatasan pendengaran yang ia miliki, dibuktikan bahwa tiada alasan apapun untuk tidak melakukan perubahan besar yang ada di dalam dunia pendidikan bagi anak-anak di Indonesia. Perjalanan Guru Bumi masih panjang dan perlu adanya perjuangan dan pengorbanan besar untuk mencetuskan semangat dunia membaca kepada mereka.

Selama bergabung di Guru Bumi, Hestia sangat menikmati kehidupannya dengan antusiasme karena bisa berinteraksi dengan anak-anak dan orang tua. Keberhasilan Guru Bumi yang paling dibanggakan oleh Hestia dan timnya yaitu buku Dito dan Dena, yang tersedia dalam berbagai level kemampuan membaca, telah menjangkau kepada anak-anak yang kurang lancar dalam membaca atau disleksia dan juga bisa dipergunakan oleh anak-anak non-disabilitas.

Selama pandemi COVID-19, Guru Bumi masih melakukan aktivitas secara online bagi anak-anak. Hestia dan timnya terus melakukan inovasi dalam menyajikan beberapa bentuk pembelajaran supaya lebih menyenangkan. Tujuannya supaya anak-anak bisa belajar melalui berbagai aktivitas seru dan bermakna seperti kegiatan literasi atau belajar membaca menulis, kegiatan bertema lingkungan dan kelokalan Indonesia. Selain itu, ada kelas berbentuk workshop dan webinar yang interaktif dan rutin yaitu parade penulis dan pendongeng cilik, workshop membuat puppet Rangkong, dan juga ada kegiatan Guru Bumi Book Club bagi pembaca cilik yang diadakan setiap bulan dan dapat diikuti oleh anak-anak di lingkungan manapun mereka berada.

Hestia, alumni Santi Rama dan lulusan S1 Desain Komunikasi Visual di Universitas Trisakti, Jakarta, menyuarakan di hatinya bahwa ” Setiap anak memiliki hak yang sama dalam bidang pendidikan”. Tak terkecuali untuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Mereka harus mendapatkan akses pendidikan yang sama secara merata dan baik guna menggapai cita-citanya. Dan juga bisa untuk memberikan kontribusi dalam memajukan bangsa dan negara di Indonesia.

Dari visi misi Guru Bumi yaitu membantu anak-anak Indonesia tumbuh mencapai potensi penuh anak-anak melalui media edukasi yang seru dan bermakna dengan dukungan visual yang menarik agar anak-anak bisa belajar dengan penuh semangat. Guru Bumi berharap bahwa materi edukasi ini selalu disediakan dan diciptakan sesuai dengan kebutuhan anak-anak di Indonesia. Setiap program atau kegiatan Guru Bumi dirancang untuk mendukung suasana kegiatan belajar supaya dapat mendorong perkembangan sosial dan kognitif pada anak.

 

Share, Like & Comment

Sumber : Wawancara dengan Lotus Ability dan Fei San

 

supported by : hercodigital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *