Pasangan Atlet Disabilitas Tuli Berprestasi

dokumentasi : pribadi
Pasangan suami istri Tuli telah berhasil mengharumkan nama Indonesia yang berasal dari kontingen DKI Jakarta di Ajang kompetisi olahraga bergengsi tingkat nasional yaitu Pekan Paralympiade Nasional (Peparnas) XVI di Papua. Kompetisi dimulai dari tanggal 2 hingga 15 November 2021 sebagai pertandingan olahraga khusus penyandang disabilitas. Siapakah mereka? Yuk simak cerita perjalanannya.

dokumentasi : pribadi
Mereka adalah Edy Susanto biasa dipanggil Edy, atlet Bulutangkis Tuli berhasil meraih Medali Perunggu untuk Tunggal Putra dan istrinya Rebecca Angela Cecilya Tampubolon yang biasa dipanggil Angel telah berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih tiga medali sekaligus dari cabang olahraga (cabor) Atletik, yaitu Medali Emas dari Lempar Lembing, Medali Perak dari Tolak Peluru dan Medali Perak dari Lempar Cakram.
Sekilas cerita tentang Edy, sejak umur 3 tahun dia diajak Papa untuk mengenalkan dunia bulutangkis. Setiap hari pulang sekolah tidak pernah absen untuk latihan bulutangkis. Papa dan Mama selalu mendukung Edy demi masa depannya. Sebenarnya Edy lebih suka olahraga sepak bola daripada bulutangkis. Tetapi papa tidak setuju sehingga Edy dimasukkan ke Asrama Atlet Bulutangkis. Papa Edy sempat berpesan kepada Edy bahwa Edy tidak boleh pulang ke rumah sampai sukses meraih medali di dunia bulutangkis. Rupanya hal itu mendorong Edy untuk lebih berusaha dan tekun berlatih demi membahagiakan orang tuanya.
Beda hal dengan istrinya, Angel asli orang Batak baru mulai menyukai olahraga menginjak usia remaja ketika bersekolah di SMP umum. Dia berjuang sendirian dalam meraih impiannya menjadi atlet Tuli supaya bisa hidup secara mandiri dari segi ekonomi. Sebelumnya, ia sempat menjadi atlet bulutangkis dan berganti profesi menjadi atlet Atletik (lempar lembing, lempar cakram dan tolak peluru). Sebenarnya berawal dari lomba bulutangkis meraih medali Perak itulah yang membuat dia merasa kurang puas karena cuma mendapat satu medali saja. Hal itu yang mendorong Angel untuk beralih ke cabor lainnya yaitu Atletik yang bisa langsung menyabet 3 medali sekaligus.
Suami istri mulai latihan lebih serius menjelang Peparnas di Papua dimulai dari bulan Januari 2021 sampai detik-detik persiapan ke Papua di bawah pendampingan pelatih Edy, Pipit dan pelatih Angel, Marini Oioi. Latihan sempat terhenti adanya PPKM darurat. Mereka melanjutkan latihan mandiri secara terus menerus di rumah. Setiap hari Senin sampai hari Sabtu selama 2 jam latihan di daerah Rawamangun, Jakarta Timur. Mereka pergi berdua naik motor dari rumahnya di daerah Jelambar, Jakarta Barat ke daerah Rawamangun demi menggapai impiannya. Semangat juang mereka layak dipuji.
Selain sibuk latihan olahraga, Edy juga giat bekerja sebagai pelatih bulutangkis di Garuda Hall dari tahun 2012 sampai sekarang. Dia senang bisa membagi ilmu dan melatih teknik bulu tangkis yang tepat kepada anak-anak usia 3 tahun sampai orang dewasa. Edy terbiasa berkomunikasi dengan oral dan bahasa tubuh (seperti gerakan peragaan teknik bulutangkis yang tepat) kepada murid-muridnya. Sedangkan Angel berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan sibuk mengurus anaknya, Kendrick yang sedang aktif dalam masa pertumbuhan.
Waktu mewawancarai pasangan ini, kami bertanya alasan yang mendorong Edy dan Angel untuk menjadi atlet Disabilitas Tuli? Suami Istri spontan menjawab ,”Banyak BONUS”. hahaha… Selain banyak bonusnya dan mereka juga ingin membuktikan kepada dunia bahwa Tuli bisa berprestasi lewat olahraga.
Prestasi yang pernah diraih oleh Edy & Angel
Edy Susanto (38 tahun), Atlet Bulutangkis Tuli mempunyai segudang prestasi yaitu :
- Medali Perunggu Tunggal Putra – Peparnas 2021
- Medali Perak Tunggal Putra – Asia Pasifik, Badminton Championships, Kuala Lumpur, Malaysia 2018
- Medali Emas Tunggal Putra – Asia Pasifik Deaf Badminton Championship Koshiung, Taiwan 2014
- Medali Perunggu Tunggal Putra – Event Dunia Deaflympic, Sofia Bulgaria 2014
- Medali Emas Tunggal Putra & Ganda Putra – Peparnas Riau 2012
Rebecca Angela Cecilya Tampubolon (31 tahun), Atlet Atletik dari cabor Lempar Lembing, Lempar Cakram & Tolak Peluru juga mempunyai banyak prestasi yang telah diraih, yaitu :
- 3 medali ( 1 Emas + 2 Perak) – cabor Atletik – Peparnas Papua 2021
- 3 medali ( 2 Emas + 1 Perak) – cabor Atletik – Peparnas Jabar 2016
- 3 medali ( 2 Emas + 1 Perak) – cabor Atletik – Peparnas Riau 2012
- Medali Perak – Tunggal Putri 2008

dokumentasi : pribadi
Edy dan Angel sangat berharap bisa menyebarkan benih-benih semangatnya agar bisa menularkan jiwa kompetisi dan pantang menyerah untuk meraih cita-cita. Semoga generasi altet Tuli berikutnya bisa menjadi atlet penerus cabang olahraga (cabor) apa saja untuk mewakili nama harum Indonesia dan membuktikan bahwa atlet Tuli bisa berprestasi di dunia Olahraga dan bisa setara dengan atlet Dengar.

Pengalaman sangat berharga dan tidak bakal terlupakan untuk Edy dan Angel ketika dinyatakan menjadi pemenang lomba olahraga bergengsi di Peparnas XVI Papua 2021. Kemenangan itu lah yang menjadi kebanggaan bagi keluarganya masing-masing dan kelak bisa menceritakan pengalaman ke anaknya yang baru menginjak usia 3 tahun bahwa papa dan mama Tuli bisa berprestasi di dunia olahraga.
Sumber : Wawancara Tim LotusAbility