Apresiasi Oka Salon dalam Pekerjakan Disabilitas Tuli
Oka Salon terletak di kota Wonosobo, Jawa Tengah dan sebelumnya telah berdiri Dena Beauty Salon mulai dari bulan Februari 2012 dan telah merenovasi gedung bangunan serta namanya diperbaharui menjadi Oka Salon dari bulan Februari 2019 sampai sekarang. Oka Salon yang merekrut beberapa alumni SLB/B Dena Upakara Wonosobo. Oka Salon berada di bawah naungan PT PROTECDA khusunya bidang Salon, Spa, dan Facial. PT. PROTECDA menaungi beberapa bidang diantaranya: kafe, mekanik yang berhubungan dengan mesin-mesin pabrik, busana dan jahit menjahit, dan Hidroponik dan telah berdiri sejak tahun 2015 hingga sekarang. PT PROTECDA telah merekrut karyawan disabilitas tuli dengan tujuan untuk membuka kesempatan bekerja supaya bisa mandiri dalam berpenghasilan.
Oka Salon telah mendapatkan dukungan berupa pelatihan atau training, diantaranya MATRIX bidang kecantikan rambut, LOTUS Salon Spa dan Beauty Course bidang kecantikan dan Spa.
Oka Salon berlokasi di Kota Wonosobo, Jawa Tengah. Sebelumnya telah berdiri Dena Beauty Salon sejak bulan Februari 2012 dan telah merenovasi gedung bangunan, serta berganti nama menjadi Oka Salon sejak Februari 2019. Oka Salon merekrut beberapa alumni SLB/B Dena Upakara Wonosobo. Oka Salon disponsori oleh PT PROTECDA, khususnya di bidang salon, spa dan perawatan wajah. PT. PROTECDA membawahi beberapa bidang, termasuk: kedai kopi, mesin yang terkait dengan mesin pabrik, pakaian dan menjahit, dan hidroponik, dan telah berdiri sejak tahun 2015. PT PROTECDA merekrut karyawan tunarungu dan difabel dengan tujuan untuk membuka peluang kerja bagi mereka sehingga dapat menghasilkan uang secara mandiri.
Oka Salon mendapatkan dukungan dalam bentuk pelatihan atau training, antara lain MATRIX di bidang hairdressing, LOTUS Salon Spa dan Beauty Course di bidang kecantikan dan SPA.

Oka Salon terdiri atas tim disabilitas Tuli yaitu Citra, Noven, Sintia, Sari, dan Arini. Citra sebagai penanggung jawab, lalu Arini sebagai terapis andalan di bidang kecantikan rambut, spa dan facial.
Tim Oka Salon memiliki sertifikat pelatihan sesuai masing-masing bidangnya. Mereka sangat kompak dalam melayani pelanggan karena memiliki semangat kerja yang tinggi sehingga mereka mendapatkan pengakuan yang memuaskan dari pelanggan atas pelayanan yang telah mereka berikan.

Selama pandemi COVID-19 mulai dari bulan April 2020 sampai sekarang, Oka Salon tetap terus bertahan walaupun ada banyak hambatan. Tim Oka Salon sempat mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan pelanggan karena pemerintah mewajibkan untuk memakai masker, sehingga tim Oka Salon tidak bisa membaca gerak bibir para pelanggan dan paling banyak karyawan disabilitas tuli menggunakan oral atau gerak baca bibir.
Tidak tahu kapan pandemi COVID-19 akan berakhir. Oleh karena itu, tim Oka Salon harus bisa untuk membiasakan diri dalam tatanan baru saat berkomunikasi dengan pelanggan.

Adapun cara komunikasi alternatif untuk berkomunikasi dengan pelanggan yaitu :
1. Menggunakan gesture/ bahasa tubuh contohnya gerakan tangan yang melakukan pijatan pada rambut kepala berarti Creambath.
2. Menulis di kertas untuk menanyakan keinginan pelanggan saar melakukan perawatan di salon.
3. Menunjukkan menu perawatan yang telah disediakan Oka Salon.
Demi memudahkan dalam berkomunikasi dengan pelanggan, karyawan disabilitas tuli dibantu orang dengar dalam menerjemahkan informasi dari pelanggan.

Pada awal pandemi COVID-19, Oka Salon sempat tutup dan tidak melayani pelanggan, apalagi pada saat PPKM tidak ada kegiatan sama sekali, akan tetapi tim Oka Salon tetap mempertajam kemampuan dengan mengembangkan ilmu bidang kecantikan dan spa. Seperti membuat sabun cair, teknik meracik lulur alami yang terbuat dari rempah-rempah/ herbal contohnya lulur boreh, lulur kuning Jawa/ mangir, lulur susu, dan masker badan yang terbuat dari susu. Mereka belajar teknik meracik produk Spa yang terbuat dari herbal di tempat Lotus Salon Spa & Beauty Course di Semarang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan membatasi jumlah peserta pelatihan. Setelah selesai mengikuti pelatihan tersebut, tim Oka Salon langsung mempraktekkan ilmunya dengan membuat produk Spa.

Tim Oka Salon tetap berusaha dan berpikir bagaimana cara supaya mereka bisa mendapatkan pemasukan. Mereka pun berhasil membuat produk perawatan spa yaitu; lulur boreh, lulur kuning jawa, masker susu untuk dijual secara independen.
Namun, selama ini produk tersebut belum mendapatkan ijin dari BPOM, sehingga Oka Salon tidak menjual secara bebas dan hanya digunakan untuk lingkup Oka Salon sendiri.

Mereka perlu didukung dengan adanya sertifikasi BNSP, karena tim Oka Salon mempunyai keahlian yang kompeten dalam bekerja, berharap bahwa bisa kembali ramai dan maju berkembang di masa pandemi.
Oka Salon ingin membuktikan bahwa disabilitas Tuli bisa mandiri, setara dengan orang normal pada umumnya, serta ingin mendapatkan sertifikat BNSP sehingga dapat meningkatkan legalitas kompetensi yang telah mereka miliki.
Sumber : hasil wawancara Junita & Oka Salon
Foto dokumentasi : Oka Salon