Inspiration

Iman yang Tak Tergoyahkan

dokumentasi pribadi

Pasangan suami istri tuli, Yahya dan Monika mengalami pergulatan iman yang hebat untuk hidup anaknya bernama Naomi. Sebab Naomi terkena risiko tinggi Down Syndrome sejak dalam kandungan sampai lahir.

Yuk simak cerita dalam perjalanan iman mereka…

sumber : canva

Di awal kehamilan, istri Yahya tampak baik-baik saja sampai pada minggu ke-13. Tidak disangka terjadilah kekhawatiran dan ketakutan melanda pasangan suami istri ini karena terdapat tanda yang menunjukkan resiko Down Syndrome melalui test ultrasound. Namun, ketika mengetahui berita itu, mereka berusaha tenang dan mengikuti saran dari dokter.

sumber : canva

Untuk meyakinkan hasil yang akurat, dilakukan test NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing) yaitu skrining darah untuk mendeteksi Down Syndrome.

Ketika hasil test NIPT keluar, Yahya cepat-cepat pulang kerja dan sesampainya di rumah, dia melihat Monika menangis. Dalam hati Yahya, pasti ada sesuatu yang buruk terjadi dan ternyata hasilnya menunjukkan resiko tinggi Down Syndrome dengan akurasi tinggi. Ketika mengetahui hasil tersebut, hati mereka syok seperti tertusuk jarum dan tak bisa tidur memikirkan hasilnya.

sumber : canva

Mereka mengalami kesulitan dalam membuat pilihan hidup dari sang anak yaitu antara digugurkan atau dilanjutkan kehamilannya. Dibeberapa negara maju termasuk Australia melegalkan bahwa janin dalam kandungan dapat digugurkan karena abnormalitas genetika. Apakah keputusan yang diambil oleh mereka???

Mereka bergumul hati dengan berdoa kepada Tuhan dan meminta jawaban dari-Nya.

Walaupun ada semacam godaan dari orang-orang di sekitar, hati mereka masih bimbang. Yahya dan Monika sempat kehilangan arah dalam membuat keputusan dan di telinga mereka terngiang kata-kata”, Bagaimana orang tua tuli membesarkan anak down syndrome? Bahkan da orang yang bilang “TIDAK MUNGKIN BISA”.

Untuk memantapkan hati dalam membuat keputusan akhir, Yahya dan Monika menangis lalu sepakat berdoa bersama kepada Tuhan. Esok hari, Tuhan menunjukkan jalan-Nya dengan mempertemukan Yahya dan rekan kerjanya. Yahya mencurahkan isi hatinya kepada rekan yang seiman. Rekannya bilang kepada Yahya : ”Saya juga pernah mengalami pergumulan yang sedang Anda alami saat ini”. Ikutilah kata hatimu dan tetap setia kepada Tuhan. Yahya menyadari bahwa mengikuti jalan Tuhan itu tidak mudah baginya. Dia harus menyangkal diri dan belajar untuk tetap taat pada Tuhan walaupun harus mengalami cobaan berat.

sumber : canva

Mama Yahya, dialah yang menguatkan mereka melalui ayat firman Tuhan yaitu Yosua pasal 1 ayat 7-8 berbunyi :” Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan dan ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung”.

sumber : canva

Akhirnya Yahya dan Monika membuat keputusan “Melanjutkan kehamilannya”

Mereka meyakini bahwa ini merupakan rencana Tuhan yang penuh harapan, bukan rencana yang gagal. Tuhan Yesus itu hidup dan nyata. Tuhan Yesus itulah jawaban bagi mereka selama mengalami pergumulan hidup.

sumber : canva

Kegembiraan yang penuh sukacita dirasakan pasangan Yahya dan Monika ketika anaknya lahir tepat pada ulang tahun pernikahan yang ke-7 pada 22 Maret 2021.

Ketika Naomi lahir, Monika diberikan waktu selama 15 menit untuk bersamanya. Namun, waktunya tak lama karena Naomi harus segera dibawa ke NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan harus tinggal di NICU selama 1 bulan karena kondisinya masih lemah.

Mereka bersyukur bahwa inilah sebagai “GIFT”, sebuah kado terindah dari Tuhan. Hati Yahya dan Monika merasa damai sejahtera ketika membawa Naomi pulang ke rumahnya dan ada rasa cinta yang bertumbuh di hati mereka. Yahya dan Monika mulai bisa menerima keadaan Naomi karena Down Syndrome. Mereka berdoa semoga bisa dimampukan untuk merawat Naomi dengan baik, bisa berkembang menjadi anak yang takut akan Tuhan, mandiri, dan menjadi dampak positif bagi orang-orang di sekitarnya.

sumber : canva

Pesan dari Yahya, penulis buku “TUHAN TIDAK TULI”: ” Bagi saya, itu bukan cacat melainkan hanya suatu kelemahan, setiap orang punya kelemahan dan kelebihan”. Di mata Tuhan anak itu spesial dan berharga, untuk dirawat dengan penuh kasih sayang. Terakhir, dalam hal apapun selalu andalkan Tuhan.

 

Sumber : Hasil Wawancara Junita & Yahya

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *