Artikel

Etika Komunikasi Antara Teman Tuli dan Teman Dengar

Beberapa orang merasa bingung bagaimana cara kita melakukan komunikasi bersama teman-teman tuli namun tetap dengan rasa nyaman dan tanpa merasa canggung atau malu.

Berikut ini etika komunikasi yang dapat dilakukan :

1. Panggil Dengan Cara 

sumber : canva

  • Melambaikan tangan kepada teman tuli sebagai isyarat agar teman tuli tahu siapa yang akan berkomunikasi dengannya. Cara ini banyak digunakan bagi yang sudah mengenal satu sama lain.

Atau bagi yang belum saling kenal biasanya melalui cara :

  • Menghampiri teman tuli yang akan diajak berkomunikasi, kemudian
  • Menepuk pundak teman tuli pelan-pelan disertai dengan menyapa dan senyuman.

2. Sebelum memulai pembicaraan

  • Ucapkan salam, sapa, dan senyum

Contohnya : “hai apa kabar”

Bagi yang sudah bisa berbahasa isyarat maka gunakan isyarat tersebut, bagi yang belum bisa berbahasa isyarat dapat menggunakan handphone atau alat tulis.

  • Perkenalkan diri sambil memperhatikan bahasa yang digunakan (SIBI, Bisindo atau oral).

Nah, bagi yang bisa berbahasa isyarat dapat menyesuaikan bahasa isyarat yang digunakan di setiap daerahnya, mengapa? Karena bahasa isyarat sangatlah beragam, maka dari itu kita perlu belajar beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang mengharuskan setiap teman tuli menggunakan bahasa isyarat.

  • Jangan malu bertanya jika tidak paham, gunakan alat tulis atau handphone  untuk menyampaikan maksud.

Jika kita tidak mengerti maksud dari percakapan tersebut, maka kita dapat meminta teman tuli untuk mengulang sebuah kalimat atau percakapan yang sedang dilakukan. Kita harus mau dan bersabar untuk mengulang kalimat atau percakapan tersebut sampai lawan bicara benar-benar memahaminya.

  • Gunakan bahasa yang sopan dan mudah dipahami.

Pilihlah kalimat yang sederhana, padat, singkat, dan jelas. Jangan gunakan kalimat yang panjang. Hindari menggunakan kalimat-kalimat yang kasar dan menyinggung perasaan lawan bicara.

  • Gunakan bahasa tubuh/gesture

Dengan menggunakan bahasa tubuh, mimik wajah/ekspresi wajah, maka akan mempermudah lawan bicara dalam membaca suasana hati dan topik pembicaraan.

sumber : canva

Contohnya : mimik wajah saat bertanya, bahasa tubuh ceria atau bagaimana saat melakukan pembicaraan.

3. Saat memulai pembicaraan

  • Tatap wajah lawan bicara

Perhatikan dan fokus dengan ekspresi lawan bicara, serta perhatikan gerak bibir (bagi yang menggunakan oral/yang belum bisa bahasa isyarat) dengan cermat supaya terhindar dari kesalahpahaman arti dalam kalimat yang dimaksud. Perhatikan pula bahasa tubuh lawan bicara.

  • Jangan memotong pembicaraan.

Tunggulah sampai lawan bicara selesai dalam menyampaikan maksud, apabila sudah selesai baru menjawab atau bertanya apabila belum paham dengan  apa yang disampaikan lawan bicara.

Hindari memotong pembicaraan supaya tidak mengulang pembicaraan dan menghindari kesalahpahaman.

  • Jangan berbicara sambil merokok, makan permen karet, dan mulut ditutup

Saat melakukan pembicaraan sebaiknya hindari kegiatan diatas, karena selain kurang sopan, juga lawan bicara kita akan bingung dan tidak paham dengan apa yang kita maksud, karena gerak bibir, ekspresi wajah dan bahasa tubuh akan tertutup dengan kegiatan tersebut.

  • Lihat, amati, dan pahami setiap kalimat (mintalah mengulang kalimat apabila belum paham)

Hal ini dilakukan agar kita dapat menyesuaikan diri terhadap lawan bicara kita, dan mempermudah dalam memahami setiap  kalimat, maksud dan tujuan pembicaraan yang kita lakukan.

  • Jangan malu membuka mulut agar kosakata/kalimat dapat dipahami

Ini dimaksud adalah bagi teman dengar yang belum bisa berbahasa isyarat. Kosakata  “A,I,U,E,O”, jelas dalam pengucapan, dan usahakan jangan terlalu cepat, agar lawan bicara dapat membaca gerak bibir kita, dan paham dengan apa yang kita maksud.

sumber : canva

sumber : canva

4. Mengakhiri pembicaraan

  • Ucapkan terimakasih

Sangat penting dalam percakapan, sebagai bentuk apresiasi kepada lawan bicara karena sudah meluangkan waktu untuk kita.

  • Salam perpisahan,

Contohnya: “bye,sampai jumpa kembali di lain waktu”

Sebagai bentuk harapan bisa bertemu kembali, jadi kita bisa menciptakan suasana yang harmonis dan meninggalkan kesan yang menyenangkan  atas pertemuan dan pembicaraan  yang sudah kita lakukan sebelumnya.

  • Dan jangan lupa tersenyum,

Tersenyum merupakan bentuk rasa bahagia dan membahagiakan lawan bicara.

Dengan tersenyum, kita bisa menciptakan persaudaraan dan rasa nyaman didalam hati masing-masing.

sumber : canva

sumber : canva

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *