Tips bagi Disabilitas Tuli yang Ingin Kuliah di Negara Australia
Bila ingin kuliah di Negara Australia, tentunya ada keraguan yang terbersit di dalam hati dan pikiran bagi masing-masing disabilitas tuli. Seperti hal nya bagaimana cara berkomunikasi dan prosedur untuk mengikuti perkuliahan.
Namun, hal itulah tidak menjadi penghalang bagi seorang disabilitas tuli, Dede Sunarto Heuw, lulusan SLB/B Pangudi Luhur, Jakarta, untuk memperjuangkan impiannya. Dia telah lama tinggal di Negara Australia sejak tahun 1997 sampai sekarang.
Dede mau berbagi pengalaman hidup tentang bagaimana cara supaya disabilitas tuli bisa kuliah di Negara Australia.

Yuk simak tips berdasarkan pengalaman dari Dede sebagai berikut :
1. Memiliki kemampuan bahasa Inggris
Tentunya, hal ini menjadi suatu keharusan untuk mampu menguasai bahasa Inggris bila ingin kuliah di Negara Australia.
Sebelumnya, masing-masing disabilitas tuli harus dibekali dengan belajar bahasa Inggris sampai mahir. Dengan bekal kemampuan bahasa Inggris yang tidak diragukan, akan memberikan peluang besar bagi disabilitas tuli bila ingin kuliah di Negara Australia.
Dede pernah bersekolah di SMP Notre Dame, Jakarta dan sayangnya tak lulus. Namun, dia pun tak menyerah dan terus belajar menuntut ilmu multimedia di Australia untuk mendapatkan sertifikat. Kemudian, melanjutkan program diploma 1 tahun dan menempuh pendidikan jurusan Internet Computing di Universitas Edith Cowan selama 5 tahun.
Jadi, kemampuan bahasa Inggris itu penting bagi siapapun dan manfaatnya tidak hanya memudahkan untuk bisa mengikuti perkuliahan, tetapi juga menjadi syarat untuk berkomunikasi agar merasa nyaman saat tinggal di Negara Australia.
2. Rasa percaya diri dan berani bertanya

Rasa percaya diri dan berani bertanya itulah sangat penting untuk dimiliki oleh siapapun termasuk disabilitas tuli.
Selama kuliah di Universitas, Dede tak malu dalam berkomunikasi dengan dosen dan mahasiswa secara tertulis. Dia merasa tidak kesulitan dalam mengikuti kuliah karena di Universitas itu telah menyediakan notetaker (pencatat) untuk membantunya.
Dengan memiliki rasa percaya diri dan berani bertanya, akan memberikan hasil terbaik bagi disabilitas tuli untuk menjadi maju, berkembang dan mandiri dalam melakukan segala hal apapun.
3. Buang gengsi dalam bekerja

Gengsi dalam bekerja harus dikesampingkan bila ingin bekerja di Negara Australia.
Setiap orang harus mau saling menerima diri dalam melakukan pekerjaan yang ada walapun hal itulah kurang sesuai dengan harapannya.
Dede pernah gagal dalam usaha e-bay yaitu menjual barang elektronik, aksesoris dan hanya bertahan selama 5 tahun. Untuk menghabiskan sisa dagangan, dia berjualan di kios pasar Minggu.
Pada saat mengalami suatu kegagalan dalam usahanya, Dede berusaha untuk menghilangkan rasa gengsi dalam dirinya. Bisa dikatakan bahwa, seseorang yang mau berusaha dengan sungguh-sungguh, tentunya suatu saat akan merasakan hasil terbaik dalam mencapai keberhasilan atau kesuksesan.
4. Memiliki mental kuat/semangat pantang menyerah
Perlu diketahui bahwa untuk meraih kesuksesan dibutuhkan mental yang kuat, kenapa? Karena dengan memiliki mental kuat dan semangat pantang menyerah, akan berhasil untuk melewati tantangan demi tantangan sesulit apapun.
Seperti halnya bagi Dede yang saat ini bekerja di bagian inventory stock di supermarket Coles di kota Perth selama 14 tahun. Selain itu, dia juga bekerja sebagai pengantar makanan di easi app sepulang kantor setiap sore sampai malam hari.

“Kebanggaan Dede Sunarto Heuw diapresiasi oleh bos supermarket Coles ketika opening, karena dia telah menjadi teladan yang baik bagi rekan-rekannya”

“Semangat pantang menyerah yang dia miliki untuk menyambung hidup bagi keluarga”
Di dalam hidupnya, Dede tetap bersemangat dan tidak pernah mengeluh hal apapun. Dia bahkan mengorbankan dirinya dalam mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
5. Sikap hemat dalam mengelola keuangan
Dede telah dilatih mandiri dan bijak dalam mengatur keuangan mengingat biaya hidup di Australia yang begitu tinggi. Disarankan untuk memasak di rumah. Selain itu, dia bersikap taat dalam membayar pajak kepada pemerintah dan telah merasakan manfaat besar dalam akses sebagai penyandang disabilitas tuli.
Hendaknya bagi setiap orang untuk selalu membiasakan dalam bersikap bijak dan hidup hemat dalam mengelola keuangan sehingga biaya hidup tidak membengkak dan kebutuhan penting tercukupi dengan baik.
Sumber : Hasil Wawancara Junita & Dede Heuw