Artikel

4 Cara Bijak Mengelola Uang Gaji

Ungkapan “Besar Pasak Daripada Tiang” sering dialami banyak orang apabila sedang mengatur keuangan.  Besar pasak daripada tiang artinya pengeluaran lebih besar daripada penghasilan, boros karena dipengaruhi oleh gaya hidup yang konsumtif. Untuk mengatasi hal tersebut, kita harus bersikap bijak dalam mengelola keuangan dengan beberapa cara sebagai berikut :

1. Setelah mendapat gaji pertama atau penghasilan, hendaknya kita perlu untuk menyisihkan uang tersebut 

sumber : canva

  • 10% untuk perpuluhan/sedekah

Di dalam 5 agama yang ada di Indonesia mengajarkan kita untuk menyisihkan rezeki atau berkat dari Tuhan Yang Maha Kuasa untuk orang-orang sekitar kita yang membutuhkan bantuan atau pertolongan. Dalam agama Islam biasanya disebut sedekah, dalam agama Katolik dan Kristen prostesan disebut perpuluhan, sedangkan dalam agama Budha dan Hindu biasanya disebut berderma.

  • 15% untuk tabungan darurat

Dana ini sangat penting dipersiapkan untuk menghadapi hal-hal yang tidak terduga seperti kecelakaan, bencana alam, sakit penyakit, kematian dan lain-lain. Pada Zaman sekarang ini banyak orang yang membekali diri dengan memiliki asuransi jiwa atau asuransi lainnya untuk memproteksi diri dan masa depan keluarga.

  • 25% untuk tabungan masa depan

Dana ini dipersiapkan untuk mewujudkan impian-impian masa depan seperti rumah impian, mobil impian, pendidikan anak, liburan keluarga, ataupun dana pensiun di hari tua. Tabungan masa depan ini bisa berupa deposito, investasi dalam bentuk emas, atau saham dan sebagainya.

  • 50% biaya hidup sehari-hari

Dari sisa uang yang sudah disisihkan tersebut, kita menggunakan untuk kebutuhan sehari- hari terutama kebutuhan pokok yaitu kebutuhan pandang, sandang dan papan.

sumber : canva

2. Membuat anggaran-anggaran kebutuhan yang penting

Setiap orang harus mengutamakan kebutuhan daripada keinginan, kenapa? Karena kebutuhan pangan, sandang, dan papan akan terpenuhi dengan baik. Tidak hanya itu saja, kebutuhan lain akan menjadi seimbang seperti kebutuhan listrik rumah, kebutuhan air, iuran keamanan, kebutuhan kebersihan rumah tangga, dan pendidikan anak. Dengan demikian, tercipta kehidupan yang selaras, serasi dan bahagia.

Jika mementingkan keinginan yang bersifat tidak mendesak seperti tas baru, sepatu baru, jam tangan dan benda lainnya atau bahkan mengikuti tren busana masa kini, maka akan menyebabkan hidup menjadi konsumtif.

sumber : canva

3. Mencatat pengeluaran-pengeluaran di buku kas dan mengontrol pengeluaran dengan baik

Dari ketiga kebutuhan utama tadi, kita hendaknya cermat dalam membuat anggaran belanja dengan mencatat kebutuhan utama sehari-hari yang bersifat perulangan dalam setiap bulan. Hal ini bertujuan supaya tidak terjadi over budget sehingga semua kebutuhan utama dapat tercukupi dengan baik dan seimbang.

Mencatat semua pengeluaran baik nilai kecil maupun besar, akan memudahkan kita untuk mengevaluasi diri kemana dana tersebut keluar sehingga dapat terkontrol dengan baik.

sumber : canva

4. Menghindari berhutang dan menggunakan kartu kredit dengan bijak

Kartu kredit telah menjadi bagian gaya hidup pada zaman sekarang, dan peranannya memang memudahkan bagi kita untuk memenuhi kebutuhan maupun keinginan, namun perlu diingat sebaiknya kita perlu cermat dalam menggunakan kartu kredit dengan bijak dan melunasinya dengan segera pada jatuh tempo untuk menghindari bunga hutang yang cukup besar dari kartu kredit ini. Kita harus menghindari membuat hutang baru sebelum melunasi hutang lama untuk menghindari penumpukan hutang yang semakin besar.

Di zaman sekarang ini pun banyak bermunculan marketplace yang sangat memudahkan kita untuk mencari barang dan memenuhi kebutuhan maupun keinginan. Marketplace juga menyediakan beberapa metode pembayaran, salah satunya adalah buy now pay later. Ini juga bersifat mirip dengan kartu kredit, alangkah baiknya jika kita menghindari buy now pay later atau berhutang dengan kartu kredit supaya kita bisa mengontrol diri dengan baik karena bunga hutang cukup besar dan lebih memilih untuk membayarnya secara cash atau lunas.

5. Mencari penghasilan tambahan

Apabila dana yang didapatkan masih dirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sebaiknya mencoba mencari pekerjaan sampingan atau pekerjaan tambahan tanpa mengganggu pekerjaan utama.

Contoh pekerjaan tambahan : menjadi guru les privat, membuka penjualan online kecil-kecilan, bisnis rumah kecil-kecilan seperti laundry, katering, bekerja separuh waktu, mencoba bisnis investasi, dan lain-lain.

6. Selalu mengucap syukur

Juga berusaha mencukupi kebutuhan dengan berkat yang diterima dari Tuhan yang maha Kuasa. Juga belajar hidup berhemat dan menghindari gaya-gaya hidup mewah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *